Selasa, 23 Juni 2015

Tugas Softskill 3


The term ‘market’, as used by economists, is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special market days in order to buy and sell various commodities. Today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the cotton market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together.
            In a free market, competition takes place among sellers of the same commodity, and among those who wish to buy that commodity. Such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate, and such fluctuations are also affected by current supply and demand.

            Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject to special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet. (taken from A Rapid Course in English for Student of Economics by Tom McArthur).


The questions and answers of number 9 and 10

      9.         What price operates in a perfect market?
                      -  In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay.

     10.      What does the ruling price indicate?
             -  The price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet.


NAMA            : ADE MUHAMMAD SYARIF
NPM               : 20212129
KELAS           : 3EB10

Nama anggota kelompok :
1.      ade muhammad syarif             ( 20212129)
2.      ibnu fajri huda fofana             (23212522)
3.      leonardo gustav primadi         (24212180)
4.      muhamad diq                          (24212778)
5.      muhamad farid rifki                (24212941)
6.      tezarianto wibowo                  (27212344)



Rabu, 06 Mei 2015

AUDIT SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 PADA PT.XXX


Depok, 05 Mei 2015

No                   : xxx/xxx/xx/xxxx
Lampiran         : 3 eksemplar
Perihal             : Laporan Hasil Audit Manajemen

Kepada
Yth, Direktur PT.xxx
Di Depok
            Kami telah melakukan audit atas sistem kepastian kualitas mutu pada PT.xxx. audit kami tidak dimaksudkan untuk Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dimiliki (terjadi pada) PT. XXX. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai efisiensi (daya guna) dan efektivitas (hasil guna). Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan dalam penerapannya yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan di masa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
            Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab  I              :    Informasi Latar Belakang
Bab II             :    Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III            :    Rekomendasi
Bab IV             :   Ruang Lingkup Audit
            Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini.

                                                                                                            Kantor akuntan publik
                                                                                                            Ade dan Agung


Bab I
Informasi Latar Belakang

PT. XXX (selajutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Bekasi, didirikan pada bulan Juli 2013 oleh para pendiri yang terdiri atas:
      1.      xxx
      2.      xxx
Tujuan didirikannya Perusahaan adalah untuk memberikan jasa pelayanan kebutuhan seluruh masyarakat, dengan pelayanan akurat, dan sesuai kebutuhan para konsumen. Dalam menjalankan usahanya, PT.xxx  terdiri dari beberapa proses bisnis inti yang dibagi menjadi 3 unit bisnis yaitu unit bisnis pembangkitan, unit bisnis penyaluran dan unit bisnis distribusi
Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
1.   manajer BOPS                       : xxx
2.   wakil manajemen mutu         : xxx
3    deputi manajer                       : xxx
Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.      Menilai efisiensi dan efektivitas penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX
2.      Memberikan berbagai saran perbaikan atas kelemahan penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 yang ditemukan.





BAB II
Kesimpulan Audit
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat meyimpulkan sebagai berikut :
Kondisi :
1.      Prosedur perencanaan desain dan pengembangan mengandung beberapa kelemahan di antaranya :
a.       Tidak melaksanakan kegiatan desain
b.      Pengembangan
c.       Dan pengoprasian sistem dala  perusahaaan PT xxx
2.      Pencatatan pembelian perusahaan belum dilakukan secara tertib dan disiplin oleh petugas di dalam perusahaan PT xxx
3.      Prosedur produksi dan penyediaan jasa peliharaan produk belum di lakukan dengan memadai terhadap proses internal sampai dengan ke tempat tujuan.
Kriteria :
1.      Untuk perencanaan desain dan pengembangan harus mampu di kembangkan agar masyarakat mampu merasakan produksi tersebut.
2.      Pencatatan pembelian harus dilakukan secara kronologis dan tepat waktu, sesuai dengan tanggal terjadinya untuksetiap distributor.
3.      Prosedur produksi dan penyediaan jasa pemeliharaan harus dilakukan agar kerusakan terhadap mesin bisa di kurangi
Penyebab :
1.      Belum ada pendoman terhadap desain dan pengembangan di dalam perusahaan tersebut.
2.      Karyawan sebagian merupakan karyawan baru dan belum memiliki pengalaman yang memadai dalam mengelola pembelian terhadap pembuatan mesin.
3.      Belum tersedia kebijakan dan peraturan memadai yang berkaitan dengan desain dan pengembangan
4.      Karyawan belum mampu memproduksi dan penyediaan jasa pemeliharaan dalam perusahaan PT XXX
Akibat :
1.      Tidak ada pengembangan dalam perusahaan dan desain yang bisa membuat masyarakat tertarik.
2.      Perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 30.000.000.000.000 karena pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan harapan pemerintah.
3.      tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan dan pemeliharaan mesin yang memadai.

No
kondisi
kriteria
penyebab
akibat

Tidak melaksanakan kegiatan desain dan pengembangan
Untuk perencanaan desain dan pengembangan harus mampu di kembangkan agar masyarakat mampu merasakan produksi tersebut.
Belum ada pendoman terhadap desain dan pengembangan di dalam perusahaan tersebut.
Tidak ada pengembangan dalam perusahaan dan desain yang bisa membuat masyarakat tertarik

Pencatatan pembelian perusahaan belum dilakukan secara tertib dan disiplin oleh petugas di dalam perusahaan PT xxx
Pencatatan pembelian harus dilakukan secara kronologis dan tepat waktu, sesuai dengan tanggal terjadinya untuksetiap distributor
Karyawan sebagian merupakan karyawan baru dan belum memiliki pengalaman yang memadai dalam mengelola pembelian terhadap pembuatan mesin
tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan dan pemeliharaan mesin yang memadai.





BAB III
Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan bebrapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan datang. Kelemahan ini dapat di kelompokan menjadi 2 yaitu :
1.      Kelemahan yang terjadi pada sistem dan prosedur akuntansi yang dimiliki perusahaan
2.      Kelemahan yang terjadi karena kurangnya terlaltihnya karyawan di bagian pemeliharaan, penyediaan dalam mengelola perusahaan dengan baik
Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka di berikan rekomendasi sebgai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi :
1.      Perusahaan harus memiliki sistem informasi akuntasi yang lengakap dan memadai bagi PT xxx untuk mendukung trnsaksi yang memadai. Sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan dapat meyajikan informasi pembelian yang akurat di neraca
2.      Karyawan yang bertugas untuk melakukan pengelolaan dan pemelikharaan mesin harus memenuhi kualifikasi sebagai pengelola dan pemeliharaan yang baik dalam pendidikannya maupun pengalaman dan harus mendapatkan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan dlama melaksanakan tugas-tugasnya
3.      Perusahaan harus membuat kebijakan dan peraturan yang cukup untuk menjadi dasar dalam pengelolaan pembelian. Baik dalm menentukasn batas maksimum pemebelian maupun pembatalan pemebelian.
Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemaha ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera di perbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada pengelolaan piutang perusahaan di masa yang akan datang.


Bab IV
Ruang Lingkup Audit

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi sistem kualitas manajemen mutu pada PT.xxx untuk periode 2015. Audit kami mencakup penilaian kualitas manajemen mutu dan pengelolaan manajemen sumber daya.

Kamis, 30 April 2015

AFFIRMATIVE AND NEGATIVE AGREEMENT

Affirmative Agreement
Untuk menghilangkan pengulangan kata pada suatu kalimat kita bisa menggunakan kata “so”atau “too”. Ada perbedaan pada susunan kalimatnya ketika menggunaan kata “so” dan “too”. Silahkan perhatikan rumus berikut:
Ketika hanya ada “to be” pada klausa utama (main clause), maka tenses yang sama dari “to be” digunakan pada klausa kedua (second clause).
Contohnya:
1.     I am hungry = I am hungry, and you are too.
2.    You are hungry = I am hungry, and so are you.

Affirmative statement (to be) + and +                 Subject + to be + too
                                                                              So + to be + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     Their plane is arriving at 7 o’clock, and so is mine.
2.    I am sick, and He is too.
3.    Our class is clean, and so are theirs.
4.    Bella is beautiful, and her sister is too.
5.    My hand writing is bad, and so are you.

Ketika hanya ada kata kerja bantu (auxiliary verb), contohnya: will, should, has, have, must, etc pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu nya (auxiliary verb) juga digunakan pada klausa kedua (second clause).
Contohnya:
1.     He has seen her plays = He has seen her plays, and the girls have too.
2.    The girls have seen her plays = He has seen her plays, and so have the girls.

Affirmative statement + and +                              Subject + auxiliary verb only + too
       (auxiliary verb)                                                So + auxiliary verb only + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     They will go at noon, and she will too.
2.    He has an early appointment, and so have I.
3.    They have written their lyrics, and so have we.
4.    Richard has lived in Cuba for five years, and they have too.
5.    I should finish the report, and she should too.

Ketika hanya ada kata kerja (verb) tanpa auxiliary verb pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu do, does, atau did digunakan pada klausa kedua (second clause) dan tenses nya harus sama.
Contohnya:
1.     We go to school = We go to school, and my brother does too.
2.    My brother goes to school = We go to school, and so does my brother.

Affirmative statement + and +                              Subject + (do, does, did) + too
(single verb except ”to be”)                                    So + (do, does, did) + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     We want to buy a fountain, and she does too.
2.    My mother likes traveling, and so do their mother.
3.    My brother invites him to the party, and my sister does too.
4.    They wrote a good poem, and so did he.
5.    Fred cooked fried rice for his breakfast, and Tina did too.

Negative Agreement
“Either” dan “neither” memiliki fungsi yang sama seperti kata “too” dan “so” pada klausa kedua (second clause) dalam kalimat positif (affirmative sentence/ agreement). Kata “Either”dan “neither” ini digunakan untuk mengindikasikan kalimat negative (negative sentence/ agreement). Aturan yang sama juga berlaku untuk penggunaan “to be”, “auxiliary verb” (kata kerja bantu), dan “verb” (kata kerja).
Contohnya:
1.  I didn’t go to the mosque yesterday, and Ali didn’t either.
2.  I didn’t go to the mosque yesterday, and neither did Ali.

Negative statement + and +                   Subject + negative auxiliary or “to be” + either
                                                                Neither + positive auxiliary or “to be” + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     The manager isn’t too happy with the project, and neither is his assistant.
2.    We can’t study in the library, and he can’t either.
3.    You didn’t pay the taxes, and they didn’t either.
4.    My brother won’t accept my father’s decision, and my sister won’t either.
5.    He doesn’t know the answer, and neither does she.


 Tugas Kelompok
1.       Rob lives in the dorm, (jim) does too / so does him
2.       I don’t live in the dorm and (card) don’t either / neither do him




Nama    : Ade Muhammad syarif
Kelas     : 3EB10
NPM      : 20212129

Anggota Kelompok
1.       Ade Muhammad Syarif
2.       Ibnu Fajri H. F
3.       Leonardo Gustav P
4.       Muhamad Diqi S
5.       Muhammad Farid Rifki
6.       Tezarianto W

Sumber :
http://bahasainggrisonandNegativeAgreement013/04/elliptical-constructions.html
http://elsadenovia.blogspot.com/2014/05/affirmative-agreement-and-negative.html

Sabtu, 28 Maret 2015

Toefl Structur



 Basic Sentences Stucture
Secara umum, tidak ada perbedaan yang sangat mencolok antara struktur kalimat bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia, dimana suatu kalimat dibangun atas 4 komponen utama, yaitu
Subject (S) + Verb (V) + Complement (C) + Modifier (M)
Dalam bahasa Indonesia, komponen ini kita kenal dengan Subjek + Kata Kerja + Objek + Keterangan
contoh:
We studied english yesterday
We + studied + english + yesterday
S + V + C + M
1. Subject
* agen dari suatu kalimat dalam bentuk aktif
* benda/orang/pihak yang melakukan kegiatan atau yang bertanggung jawab terhadap suatu aksi dalam suatu kalimat
* biasanya mendahului verb, atau setelah subject biasanya terdapat verb
contoh:
I explain how to study English
She listens to my explanation
They didn’t understand that language
Subjek dapat diketahui dari pertanyaan who (siapa) atau what (apa) yang melakukan perbuatan pada suatu kalimat.
2. Verb
* Verb is the action of a sentence (aksi atau perbuatan pada suatu kalimat)
* Verb phrase: gabungan antara auxilaries dengan main verb (kata kerja utama)
contoh:
I am learning English (am = auxilary, learning = main verb)
My brother is very clever
She has gone home (has = auxilary, gone = main verb)
I have been waiting here (have been = auxilary, waiting = main verb)
* Setiap kalimat harus mempunyai Verb
3. Complement
* Biasanya berupa noun (kata benda) atau noun phrase (frasa kata benda)
* biasanya terdapat setelah verb pada kalimat aktif
* complement menjawab pertanyaan what (apa) atau siapa (whom)
contoh:
1)      Sarijon bought a cake yesterday
       What did Sarijon buy yesterday?  –> a cake.
2)      He saw Tony at the movie
       Whom did he see at the movie? –> Tony
3)      I explain pharmacology to my students
      What do I explain to my students? –> pharmacology
* Catatan: Setiap kalimat tidak harus mempunyai complement.
4. Modifier
* Modifier menjelaskan time (waktu), place (tempat), atau manner (cara) dari sebuah aksi atau perbuatan
* Bentuk yang paling umum dari modifier adalah prepositional phrase (kelompok kata yang dimulai dengan sebuah preposition dan diakhiri dengan sebuah noun
* Preposition = on, out, under, behind, etc…
* Modifier menjawab pertanyaan when (kapan), where (dimana), atau how (bagaimana)

Kamis, 12 Februari 2015

DAMPAK NEGATIF ROKOK ELEKTRIK



Rokok elektrik atau e-cigarette dikembangkan di Tiongkok dan diperkenalkan mulai tahun 2004. Bentuk dan ukuran rokok elektrik beragam, tapi kebanyakan lebih panjang daripada rokok biasa. Ada pula yang menyerupai cerutu atau pipa.
Rokok elektrik bekerja dengan diisap melalui mulut. Aliran udara yang mengalir dari mulut pengisap akan menyalakan sensor yang memicu bekerjanya pemanas kecil bertenaga baterai.

Pemanas kemudian menguapkan nikotin cair sintesis di dalam wadah sekaligus mengaktifkan cahaya yang menyala di ujung rokok elektrik seperti rokok normal. Pemanas pada rokok elektrik juga menguapkan propylene glycol atau PEG yang akan membuat rokok elektrik mengeluarkan asap. 
Bicara soal efek samping rokok elektrik, FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat sudah merilis data dari 18 penelitian mengenai rokok elektrik. Nikotin cair sintesis dalam rokok elektrik ternyata bisa membuat paru-paru teriritasi. Saat rokok elektrik diisap, cairan ini akan berubah menjadi carbonyl yang mengakibatkan kanker. 
Kini, rokok elektrik juga memiliki fitur suhu sehingga bisa mengatur kadar nikotin. Akan tetapi, semakin tinggi pengaturan suhu, maka semakin banyak pula carbonyl yang diproduksi. Selain itu, jumlah formaldehida akan menyamai rokok biasa. Padahal formaldehida bisa membahayakan paru-paru. Asap buatan pada rokok elektrik juga akan menimbulkan aerosol yang sangat berisiko bagi kesehatan paru-paru. 
Nikotin cair sintesis dalam rokok elektrik juga mengandung perasa buatan dan pengawet makanan. Bahan-bahan ini aman bila dikonsumsi secara biasa, tapi lain soal bila diisap. Bakteri penyebab pneumonia juga akan makin kebal seiring Anda mengisap rokok elektrik. (PA)

Di-review oleh dr. Fransisca Alvionita