Selasa, 18 November 2014

UPDATE

Indeks harga saham gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan Senin (17-11-2014) tercatat menguat tipis 0,09% ke level 5.053,94. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada kisaran 5.037,04 hingga 5.073,76.
Dari 503 saham yang diperdagangkan kemarin, sebanyak 153 saham menguat, 141 saham melemah, dan 209 saham stagnan.
Semalam akhirnya berita kepastian akan Kenaikan harga BBM yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Senin malam, tentunya berita ininakan direspons pasar pada perdagangan hari ini. 
Di samping itu Bursa Asia melonjak pagi ini, ditandai dengan kenaikan indesk secara signifikan di bursa Korsel dan Jepang. Penguatan ini tentunya menjadi sentimen positif bagi IHSG, di samping respons pasar atas kenaikan harga BBM bersubsidi:
Hari ini selasa IHSG dibuka 5,079.15 (+ 0.50%)


IHSG berakhir di zona hijau pada perdagangan hari ini (18-11-2014). Pada pukul 16.00 WIB, indeks ditutup di level 5.102,47 atau menguat 0,96%.
Sektor industri dasar dan bahan kimia menguat paling tinggi, yakni sebesar 1,46%
Dari 503 saham yang terdaftar di data Bloomberg, 188 menguat, 111 melemah, dan 204 stagnan.


Bursa Amerika meningkat didorong oleh kinerja saham kesehatan dan harapan akan penguatan pertumbuhan ekonomi global.
DOW +0,23%; S&P +0,51%; Nasdaq +0,67%. Jepang dikabarkan akan menunda kenaikan pajak selama 18 bulan dari rencana awal Okt 2015 dan pasar mengharapkan adanya kebijakan stimulus lanjutan.
Kenaikan Fed rate pada 2015 diperkirakan akan tergantung dari pencapaian target inflasi. Saat ini inflasi US 1,4% masih dibawah target 2%-2,5%. Bursa regional pagi ini dibuka meningkat.
IHSG hari ini diperkirakan akan meningkat menyusul kenaikan BI rate dan harga BBM bersubsidi.
Respon pasar terhadap dua kebijakan ini cukup positif, terlihat dari kenaikan IHSG kemarin +0,96% dan penguatan Rupiah menjadi Rp12090. EIDO +2,05%.
BI rate dinaikkan 25 bps menjadi 7,75% untuk meredam kenaikan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga premium dan solar, dan untuk fluktuasi rupiah.
Inflasi diprediksi BI akan naik 2,6% menjadi 7,7% pada 2014. Potensi penurunan pertumbuhan ekonomi akibat kenaikan BI rate akan diimbangi dari peningkatan pengeluaran pemerintah dan investasi.
Investasi diperkirakan meningkat seiring turunnya risk Indonesia dan stabilitas makroekonomi yang lebih baik. BI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2014 5,1% meskipun adanya kenaikan BBM dan 2015 5,4%-5,8%.  BOW: WSKT, ADHI, PNBN, ELSA, AKRA, BSDE, GGRM. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar