Minggu, 15 November 2015

KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI


   
Kerangka konseptual merupakan sebuah konsep dasar yang memberikan pedoman dalammenyusun dan menyajikan laporan keuangan bertujuan umum. Jika diibaratkan, rerangka konseptual layaknya seperti Undang-Undang Dasar suatu negara yang merupakan dasardari segala dasar penyusunan peraturan lainnya
Seperti yang dijelaskan oleh Kieso (2011), sebuah rerangka konseptual yang menetapkan konsep yang menjadi dasar pelaporan keuangan. Berdasarkan FASB yang disebutkan dalam Kieso (2011), rerangka konseptual merupakan suatu sistem yang logis yang terdiri dari tujuan dan konsep dasar yang saling terkait, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas-batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Oleh karena itu, kualitas informasi yang dihasilkan dari pelaporan keuangan ditentukan oleh kualitas dan utilitas dari rerangka konseptual.Rerangka konseptual perlu dibuat karena beberapa hal,



 1.  Level pertama ini menjelaskantentang tujuan pelaporan keuangan, yaitu untuk pihak  eksternal, contohnya seperti investor, kreditor, pemerintah dan pihak-pihak lain untuk mengambil keputusan.
 2. Level kedua merupakan konsep dasar (fundamental concepts), berisi tentang karakteristikkualitatif dan elemen-elemen dalam pelaporan keuangan. Karakteristik kualitatif meliputirelevansi dan faithfull representation, sedangkan elemen-elemen pelaporan keuanganmeliputi, aset, liabilitas, ekuitas, dividen, laba komprehensif, pendapatan dan beban,laba/rugi.c.
  3.  Level ketiga menjelaskan tentang konsep pengakuan, pengukuran dan pengungkapan, yangterdiri dari asumsi-asumsi, dasar-dasar dan constraint dalam pelaporan keuangan.



    sumber : Andi, Marchelin dan Regie. 2014 Rerangka Konseptual dan Pelaporan Keuangan, Manajemen Laba dan Konsekuensi Ekonomis Laporan Keuangan. Program Pendidikan Profesi Akuntansi. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar